Bos Karaoke Smile Edarkan 5 Gram Sabu

Bos Karaoke Smile Edarkan 5 Gram Sabu

suarahukum.com - Tejo Adi Wijoyo terjerat kasus peredaran narkotika, dengan jumlah lebih dari 5 gram sabu. Pemilik Karaoke Smile, dikawasan Ruko Kedungdoro Surabaya ini disidang di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (9/11/2017).

Pada sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yusuf Akbar Amin dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, membacakan berkas dakwaannya. Dalam isi dakwaan, terdakwa Tejo Adi Wijoyo ini, didakwa Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Terdakwa ditangkap petugas kepolisian, karena ditemukan barang bukti sabu dengan total berat sebanyak 5,579 gram," ujar Jaksa Yusuf, saat sidang berlangsung.

Untuk diketahui, isi berkas dakwaan tersebut, kasus ini berawal, pada (30/7/2017). Yang pada saat itu terdakwa memesan 1 gram narkotika jenis sabu, kepada terdakwa Dahlan (berkas terpisah), di daerah Merr Surabaya. Kemudian terdakwa memesan lagi narkotika jenis sabu itu, pada Dahlan, sebanyak 5 poket, di Jl Kedung Adem Surabaya.

Selanjutnya, pada (1/9/2017), terdakwa menghubungi Dahlan untuk memesan 10 poket sabu dan bersepakat bertemu di Alfamart daerah Manyar Surabaya, setelah menerima barang haram tersebut, terdakwa menyimpan di kantornya yaitu karaoke smile.

Terdakwa Tejo membeli sabu tersebut, tujuannya untuk dijual kembali kepada Tan Wa An (berkas terpisah).

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada (4/9/2017), terdakwa menjual sabu kepada Tan Wa An (berkas terpisah) di Pakuwon City Surabaya.

Ketika terdakwa berada di dalam Karaoke Smile Ruko Makmur Indah Blok C1-C2, yang bertempat daerah Jl Kedungdoro Surabaya. Terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian, saat dilakukan penggeledahan, akhirnya ditemukan barang bukti sabu dengan total berat sebanyak 5,579 gram.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (Am)

2 Pelaku Sabu Dilepas Satreskoba Polrestabes Surabaya
Kejari Surabaya Penjarakan Lagi Koruptor Bank Jatim