Bos Ditembak Mati, Kurir Sabu Malaysia-Indonesia Diadii

Bos Ditembak Mati, Kurir Sabu Malaysia-Indonesia Diadii

suarahukum.com - Abdul Rahman asal Banjarmasin, M. Hasan dan Ahmad Zeini asal Sampang, Madura, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ketiga terdakwa di jerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Di ruang Garuda II, Ketua Majelis Hakim Dedi Fardiman memberikan kesempatan Jaksa Indira Koesuma Wardhani dan Muhammad Nizar membacakan dakwaannya. Menurut dakwaan, sebelum tertangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur telah mengintai para terdakwa.

Dalam perkara No 1644/Pid.Sus/2018/PN SBY menyebut, Hamid awalnya mengutus Arwani, salah satu ABK yang akan berlayar menuju Malaysia, untuk menemui Rohim (buronan) di Negeri Jiran.

Setelah bertemui, Rohim memberikan sabu-sabu total 7072 gram kepada Arwani untuk dibawa ke Indonesia menggunakan kapal cargo MV Selasih (Malaysia-Banjarmasin), tepatnya di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin sabu kemudian diserahkan Ahmad Zeini, dan Abdul Rahman.

Sabu dari Banjarmasin, kemudian dibawa dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) Niki Sejahtera menuju Surabaya, untuk dibawa ke Sampang Madura. Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, keduanya Ahmad Zeini, dan Abdul Rahman dijemput terdakwa Hasan menggunakan mobil Toyota Avanza putih M-1386-AC. Sedangkan bosnya, Hamid dan Ibrohim mengendarai Honda CR-V M 806 HA.

Namun, karena sudah terdeteksi BNNP Jatim, Ahmad Zeini, Abdul Rahman dan Hasan tertangkap dikawasan Kalimas Tanjung Perak Surabaya. Mendapat rekannya tertangkap, Hamid dan Ibrohim kabur.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Hamid dan Ibrohim kabur hingga tertangkap di kawasan perkampungan Pacar Keling Surabaya. Setelah terdesak dan akan dilakukan upaya penangkapan, keduanya lalu menabrakkan mobilnya ke arah petugas, yang memaksa BNNP Jatim melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga menyebabkan Hamid dan Ibrohim tewas.

Menurut Jaksa, Ahmad Zeini dan Abdul Rahman dapat akomodasi dari alm. Hamid Rp 5 juta, perjalanan Banjarmasin-Surabaya. Keduanya, masing-masing dalam penyerahan akan mendapat imbalan Rp 25 juta.

Usai dakwaan dibacakan, para terakwa tidak membantahnya. “Benar pak,” singkat Zeini, Rahman dan Hasan. (SM/Am)

Satlantas Polrestabes Surabaya Undang Puluhan Sopir Angkot
Kasus Surat Palsu, Guru Besar Ubaya Hanya Dituntut 3 Bulan