BNN Bongkar Sindikat Narkoba Lapas Tanggerang

BNN Bongkar Sindikat Narkoba Lapas Tanggerang

suarahukum.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap pelaku jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ttangerang. Mereka adalah, Army Roza Alias Boby, Ali Akbar Sarlak Alias Shamsollah, Tamia Tirta Anastasya alias Sunny Edward, Lisan Bahar, dan Adiwijaya Yudi alias Kwang.

Selama ini, mereka berhasil menghasilakan uang hingga Rp 24 miliar. Uang sebanyak itu, dibelikan aset rumah mewah di Taiwan, Jakarta, Tangerang, Cilacap dan Surabaya. Tidak hanya itu, para pelaku juga memiliki aset lain, yakni berupa mobil mewah, sepeda motor, ataupun emas.

Kepala BNN Heru Winarko mengatakan, ungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sendiri dilakukan di salah satu aset milik tersangka dikawasan jalan mulyorejo nomor 45 Surabaya. “Mereka semua tertangkap atas pengembangan tersangka Juvictor Indraguna dengan barang bukti sabu 8,3 kg,” katanya, Selasa (31/7/2018).

Menurut Heru, tersangka Adiwijaya dan Army Roza keduanya narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang. Ali merupakan warga negara Iran, juga narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang. Pacar Ali yakni Tamia bertugas membuat rekening dengan nama palsu. Sedangkan Lisan Bahar, Direktur Utama PT Global Surya Alliances.

“Pencucian uang yang dilakukan oleh kelima tersangka dengan cara mendirikan usaha money changer dan perusahaan yang bergerak dibidang emas dan tembaga. Belakangan diketahui, perusahaan tersebut ternyata fiktif belaka,” terang Heru.

Menurut Heru, kerja keras ini atas kerjasama BNN dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). “Terhitung sejak Januari hingga Juli 2018, BNN telah mengungkap 15 kasus TPPU dan 22 tersangka dengan nilai aset mencapai Rp 127.099.503.874,” tambahnya.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 3, 4. dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksima| Rp 10 miliar. (Tok)

 

Jambret Putra Setiawan 20 Kali Beraksi
Kepala Dinas Jember Ditahan Kejati