Beredar Suara Soejono Candra Diputus Bebas, Ini Jawaban Hakim...

Soejono Candra, saat diborgol Jaksa Moch Sulton dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Beredar Suara Soejono Candra Diputus Bebas, Ini Jawaban Hakim...

suarahukum.com - Perkara penipuan jual beli rumah yang menjerat Soejono Candra, meski sidang belum tuntas, suara beredar jika terdakwa akan diputus bebas oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana.

Hal tersebut didengar oleh suarahukum.com, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. "Memang arahnya kesana (bebas) mas," singkat nara sumber yang mewanti-wanti namanya enggan dionlinekan.

Atas informasi tersebut, dikonfirmasi suarahukum.com diruangan kerjanya, Hakim Anne Rusiana menganggap, bahwa apapun putusan hakim tidak ada larangan. "Tidak masalah toh..!! Hakim boleh menjatuhkan hukuman, dibebaskan atau diputus NO. Boleh-boleh saja, tidak ada larangan," cetusnya enggan menanggapi rumor yang beredar, Senin (20/11/2017).

Putusan Niet Ontvankelijk Verklaard (NO) merupakan putusan yang dinyatakan tidak dapat diterima oleh hakim karena alasan dalam gugatan mengandung cacat formil.

BACA JUGA: Soejono Candra Dituntut 2 Tahun

Diketahui dalam perkara No 1149/Pid.B/2017/PN SBY, Soejono Candra menemui korban pelapor Lie Soekoyo, dengan maksud menawarkan rumahnya yang akan disita Bank Artha Graha Surabaya, dengan harga Rp 660 juta.

Soejono Candra saat itu meminta korban, agar tidak menjual lagi rumah dalam jangka waktu 2, dengan dalih akan dibeli kembali rumah tersebut. Karena merasa kasihan, korban sepakat dan mengikuti kemauan terdakwa.

Setelah semua Bank Artha Graha dibereskan, korban meminta pengesahan jual beli rumahnya. Pengesahan dilakukan di kantor Notaris Sugiarto di jalan Bubutan Surabaya. Semula harga Rp 660 juta menjadi Rp 660.125 juta,

Setelah 2 tahun kemudian, tahun 2006, terdakwa menemui kembali korban dan meminta uang Rp 25 juta untuk biaya transportasi pengosongan perabotan rumah tangga, tahun 2006 hinga 2009. Akta pengosongan rumah, No 11 Tanggal 30 November 2006.

Namun, sampai lewat batas waktu yang ditentukan, terdakwa tidak melakukan pengosongan rumah tersebut, sehingga korban Lie Soekoyo merasa ditipu. Dan hal tersebut, kasus ini dilanjut ke kepolisian. Akibat perbuatannya, Terdakwa didakwa Pasal 378KUHP tentang Penipuan. Jaksa Moch Sulton dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, pengganti Jaksa Kartika Nova Dian Kusuma, menuntut terdakwa dengan 2 tahun penjara. (Am)

Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Salah Tangkap?
Curi BH dan Celana Dalam, 2 Ibu ini Diadili