Barang Bukti BBM Subsidi Tidak di Rupbasan

dok: truk L 9911 UX saat di Police Line, Selasa (27/2/2018).

Barang Bukti BBM Subsidi Tidak di Rupbasan

suarahukum.com - Pegawai PT Jenggolo Makmur, SPBU 54.601.92 jalan Tegalsari Surabaya, Indra Hermawan (33) warga Surabaya, dan sopir Pertamina Edy Prayitno (39) asal Nganjuk yang ditangkap anggota Subdit IV Tipidter Direskrimsus Polda Jawa Timur, Febuari 2018 lalu, sudah beberapa kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Namun, meski beberapa kali sidang, Jaksa Muhammad Nizar dari Kejati Jatim terlihat kebingungan saat ditanya wartawan soal barang bukti Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ataupun truk yang sempat disegel Polda Jatim.

“BB (barang bukti) disita kok,” kata Nizar di PN Surabaya.

Meski mengaku disita, namun benda sitaan negara ini tidak masuk Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). “Kemarin kan di Polda Jatim dititipkan ke dopo (Pertamina), eh, ada di pom bensinnya (Tegasari),” aku Nizar.

Menurut Nizar, mobil truk tangki keluaran tahun 2009 medel thead tronton L 9911 UX, yang sudah dijadikan barang bukti tidak diperbolehkan beroperasi. “Kan disegel, jadi tidak boleh digunakan. Kalau keluar (beroperasi) harus izin kita, Kalau pun keluar (beroperasi) bukan salah kita, itu melangar tanpa izin,” dalihnya.

Saat ditanya keterlibatan bos SPBU Tegalsari, Nizar menyebut tidak ada keterlibatan lain selain kedua tersangka. “Kalau sopir tidak buka, ya berhenti disini (tidak ada tersangka lain, red),” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam dakwaan No 1488/Pid.Sus/2018/PN SBY dijelaskan, Edy Praytino dan kernet Heni Subiyantoro membawa truk nopol L 9911 UX masuk SPBU Tegalsari Surabaya. Padahal DO (delivery order) atau surat jalan menuju SPBU 54.651.63 milik CV. Barokah Jaya Abadi, di Jl. Raden Panji Suroso Kota Malang. Pengiriman yakni berupa minyak bumi jenis bio solar sebanyak 8000 liter, pertalite sebanyak 16.000 liter dan premium sebanyak 8000 liter.

Di SPBU Tegalsari, Edy Praytino menemui Indra Hermawan selaku pengawas SPBU dengan tujuan untuk menjual sebagian isi muatan. Setelah deal, Edy dan Heni membuka segel tangki selang bio solar untuk diberikan terdakwa Indra Hermawan sebanyak total 40 liter. Setelah itu, bio solar yang diambil dari tangki truk dimasukkan kedalam dombak (tandon) dexlite milik SPBU Tegalsari. Tak heran, jika Indra untung Rp 180 ribu.

Sebelumnya, menurut Polisi, kegiatan ini berlangsung tiga tahun lamanya. Masing-masing mendapat untung Rp 15 juta perbulan.

Akibat perbuatannya, Edy dan Indra dijerat Pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (SH/Am)

Polrestabes Surabaya Siap Tembak Pelaku Kriminal 3C
70 Budak Narkoba Ditangkap Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya