Bantu Anaknya Edarkan Ineks, Bapak Diganjar 10 Tahun

Bantu Anaknya Edarkan Ineks, Bapak Diganjar 10 Tahun

suarahukum.com - Karena suruh edarkan extacy (Ineks), Rochmat Sulistiyono (55) asal Tulungagung diputus hukuman 10 tahun penjara oleh ketua Majelis Hakim Pasta, di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (15/11/2017).

"Menjatuhkan hukuman selama 10 tahun, denda Rp 1 miliar, subsider 2 bulan penjara," ujar hakim Pasta, dinilai terdakwa Rochmat terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, terdakwa langsung menyatakan menerima. "Saya terima pak hakim," singkatnya.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmawati dari Kejari Surabaya, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.

Untuk diketahui, Rochmat Sulistiyono, ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Sabtu (1/4/2017) dirumahnya Dusun Gilang, Ngunut, Tulungagung. Penangkapa dilakukan, lantaran Rochmat dicokot anaknya sendiri, Aman Wahyudi yang mendekam di Lapas Madiun.

Aman Wahyudi melalui telepon selularnya, meminta agar terdakwa dapat menyisihkan ineks warna merah muda logo mahkota sebanyak 11 butir untuk diberikan saudaranya Riko Anggara Putra (kini buronan). Barang haram tersebut, pesanan Yudi Prasetyo alias Bedek. (Am)

Lagi, Henry Jocosity Gunawan jadi Tersangka Pasar Turi
Kepala Balai Pemasyarakatan Jemput Oei Alimin di PN Surabaya