Bandar Sabu Pamekasan Diputus 10 Bulan

Bandar Sabu Pamekasan Diputus 10 Bulan

suarahukum.com - Sipudin asal Pemekasan pemilik sabu 14,80 gram dan senjata api (senpi) kaliber 38, oleh Ketua Majelis Hakim Pujo Saksono, hanya divonis hukuman pidana selama 10 bulan.

"Mengadili, terdakwa Sipudin alias Siput bin Tasan menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan dan kepemilikan senjata api terdakwa dalam perkara lain ( berkas terpisah)," ujar hakim Pujo, diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (4/2/2020).

Atas putusan tersebut, hakim menilai bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal 131 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda Rp 50 juta.

Mendengar putusan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rahayu dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, yang pada sebelumnya menuntut pidana 7 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan menyatakan banding.

Menanggapi salah satu hakim yang memvonis 10 bulan penjara terhadap terdakwa sabu 14.80 gram, Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono mengatakan dengan adanya putusan ringan, dikarenakan JPU tidak bisa membuktikan berkas dakwaannya.

"Dia (terdakwa) terbukti pasal 131, mengetahui adanya barang tapi tidak melaporkan. Jadi dia awalnya itu dijebak polisi dikirimi duit (uang) Rp 5 juta, terus pesen sabu. Sabu ditaruh dan ditangkap. Tapi yang memberi tidak ditangkap. Yang displit itu Sobirin ada di Pemekasan tapi tidak dihadirkan dipersidangan oleh JPU. Makanya hakimnya bingung juga, katanya membawa, menguasai dan asal usulnya jelas. Kenapa kok gk didatangkan (Sobirin)," kata Sigit pada suarahukum.com, Kamis (6/5/2020).

Sementara, ditanya soal kepemilikan senjata api (senpi), Sigit mengaku sampai selama ini belum juga dilimpahkan di PN Surabaya. "Kalo soal senpinya, berkasnya sampai sekarang belum dilimpahkan. Hanya berkas narkobanya saja yang dilimpahkan," pungkasnya.

Diketahui, Ditreskoba Polda Jatim, menangkap Sipudin asal desa Dasok,Pademawu, Pamekasan, dengan menyita narkoba jenis sabu 14,80 gram serta senjata api (senpi) kaliber 38, Jumat, 26 April 2019 sekira jam 16.00 Wib.

Saat it berada di sabung ayam di Dusun Tanjung Kecamatan Pagantenan Pamekasan, terdakwa Sipudin alias Siput bin Tasan, mendapat telpon dari seseorang awalnya minta sabu 15 gram, karena stok lagi kosong lalu terdakwa berusaha mencarikan sabu ke Sobirin (berkas terpisah), dalam pembicaraan, ia bisa mendapatkan Shabu hanya 10 gram.

Selanjutnya malam harinya terdakwa ada panggilan masuk di HP dan ia mengatakan bahwa melayani jual transaksi sabu hanya gram dan bila pemesan mau pembayaran lewat rekening BCA norek. 1920833779.

Pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019 sekira pukul 09.00 wib uang penjualan sabu sudah di kirim ke rekening BCA norek 1920833779 hanya uang DP sebesar Rp 5 juta. Kemudian terdakwa sepakat sabu bisa diambil malam hari di rumahnya, dan sekira pukul 09.00 Wib sebelum pemesan datang kerumah, terdakwa Sipudin menghubungi Sobirin (berkas terpisah) untuk memastikan mengantar sabu tersebut.

Sobirin pun datang kerumah terdakwa, ketemu di teras depan rumah saat itu mengasihkan barang berupa 1 bungkus plester lakban warna hitam didalamnya didapati 1 klip plastik kecil berisi sabu, dan terdakwa mengatakan diletakkan diatas meja. Sementara untuk pembayarannya menyusul, selanjutnya Sobirin pergi dari rumah terdakwa.

Tidak lama kemudian pemesan datang ke rumah terdakwa dan bertemu di teras depan rumah sambil menyerahkan uang kekurangan atas pesanan 10 gram sabu. Sabu terdakwa diterima digenggaman tangan kanan.

Tak lama terdakwa di datangi petugas beserta tim dari Ditresnarkoba Polda Jatim, saat dilakukan pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plester lakban warna hitam diatas meja dalamnya berisi ada tisu putih berikut klip plastik berisi sabu, selanjutnya terdakwa dan barang bukti di bawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Jatim guna proses Penyidikan lebih lanjut.

Bahwa selama ini mendapatkan kiriman stock sabu dari orang lain kebiasaanya per @ 1 gram Sabu nominal pengambilannya nominal Rp 700 ribu s/d Rp 750 ribu, selanjutnya saya menjual ke orang lain / para pelanggan yang sudah dikenal per @ 1 gram sabu nominal Rp 800 ribu, atau keuntungan pengambilannya per @ 1 gram Sabunya antara Rp 50 ribu s/d Rp 100 ribu banyaknya shabu yang terjual tiap bulannya.

Dan setelah mendapatkan sabu, kemudian diedarkan lagi ke pelanggan yang sudah dikenal tersebut penjelasannya apabila pesanan sabu ramai habiskan persediaan Narkotika sabu paling banyak mencapai 20 gram dan apabila pesanan normal habiskan persediaan sabu sedikit mencapai 10 gram.

Akibat perbuatannya, terdakwa oleh JPU didakwa pasal 114 ayat (2) Undang-undang R.I Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Am)

Maspuryanto Ngaku Khilaf Bakar Istri
Soal Korupsi YKP, Kejati Jatim Gemetar