Bandar Sabu Kiloan Dituntut Seumur Hidup

Bandar Sabu Kiloan Dituntut Seumur Hidup

suarahukum.com - Dianggap bersalah jadi bandar sabu kiloan, Samsul Hadi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya, dituntut hukuman pidana seumur hidup.

Karena dituntut sangat berat, terdakwa mengajukan pembelaan melalui kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Orbit.

Namun, pengajuan tersebut ditolak oleh JPU. "Tetap pada tuntutan," ucap Jaksa Yusuf, usai mendengar pledoi PH terdakwa.

"Baik, kita tunda sidang sampai tanggal 30 Desember 2019, untuk pembacaan putusan," kata hakim Ginting, sembari ketukan palu sidang diakhiri.

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa bersama Jahuri (DPO) dan Abdur Rachman (DPO) hendak menyelundupkan sabu-sabu yang dicampur dengan bahan bangunan di dua kardus. Dan kardus itu dipaketkan melalui jasa ekspedisi ke Indonesia. Mereka sepakat kalau paket itu ditujukan ke alamat Kasidah bibi terdakwa di Puger, Jember Jawa Timur.

Sementara terdakwa seorang diri, pulang ke Jember menggunakan tranportasi udara yaitu pesawat, tidak lain ingin mendahului menerima barang tersebut dirumah bibinya di Jember, sebelum barang tersebut diterima orang lain. Namun sebelumnya terdakwa mengatakan bahwa barang tersebut adalah alat-alat bangunan.

Namun sayang, saat menerima barang tersebut terdakwa ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Atas perbuatannya, terdakwa didakwa Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 113 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Am)

Penipu Miliaran, Erik dan Jessie Dituntut 3,5 Tahun
Diputus 4 Tahun, JPU Larang Terdakwa Sabu Banding