Bandar Narkoba asal Bandung Dituntut Seumur Hidup

Bandar Narkoba asal Bandung Dituntut Seumur Hidup

suarahukum.com - Jayus Yudas Pratama, pengedar 17,5 kilogram sabu asal Bandung, dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa I Gusti Putu Karmawan dari Kejari Surabaya. Dalam tuntutannya, Jaksa I Gusti Putu Karmawan menilai jika terdakwa melanggar Pasal 114ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Menjatuhkan tuntutan pidana, terhadap terdakwa Jayus Yudas Pratama, dengan hukuman seumur hidup penjara," ucap Jaksa Karmawan, di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (21/11/2017).

Menanggapi dakwaan Jaksa, pihak kuasa hukum terdakwa yakni Rudi langsung mengajukan eksepsi keberatan "Tuntutan Jaksa terlalu berat buat klien saya. Dakwaan jaksa juga sangat berlebihan," katanya pada wartawan usai sidang.

Diketahui, terdakwa Jayus Yudas Pratama (23) warga Jatihandap, Mandalajati, Bandung bersama-sama terdakwa Dharma Sulaiman (25) warga Belitung Utara (berkas terpisah) ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya dengan barang bukti 17,5 kg sabu, 11.730 butir pil ekstasi dan 1.220 butir pil happy five, pada Senin (3/4/2017) silam.

Terdakwa Jayus Yudas Pratama diangkap setelah polisi mengamankan Dharma Sulaiman yang tertangkap lebih dahulu di Jalan Raya Rungkut Asri, Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 20.00 wib.

Dari Dharma, polisi menyita 8,82 gram sabu yang disembunyikan di bungkus rokok dan 2 ponsel. Barang bukti itu diletakkan di sebuah tas hitam. Saat diinterogasi, Dharma menyebutkan bahwa dia baru saja meranjau atau meletakkan narkoba secara diam-diam di kawasan Rungkut. Ranjau itu dilakukan setelah ada pesan BBM dari seseorang berinisial JM. Dharma meranjau 200 gram sabu dan 1.500 butir pil ekstasi. Dalam interogasi itu, Dharma mengaku tak kenal JM. Namun dia kenal dengan orang yang memasok narkoba kepadanya yakni Jayus. Polisi pun bergerak mencari Jayus. Pada Jumat, 31 Maret 2017, sekitar pukul 11.00 WIB, Jayus dapat ditemukan.

Dia berada di kamar No 511 Hotel Efora di Jalan MenurJayus diamankan, namun tak ditemukan barang bukti narkoba pada dirinya. Polisi tak menyerah. Rumah kontrakan Jayus yang ada di Perumahan Purimas Cluster Legian Paradise H pun digeledah. Benar saja, di rumah itulah Jayus menyembunyikan narkobanya. 17,5 kg sabu yang dikemas dalam 34 paket, 11.730 butir pil ekstasi, 1.220 butir pil happy five, 1 buah alat press, 2 buah timbang timbangan elektrik, dan 3 bendel plastik klip.

Ternyata Dharma adalah kurir dari Jayus. Secara teratur, Jayus dikirimi narkoba oleh seseorang yang Jayus belum mau mengakuinya. Jayuslah yang memecah dan mengemas narkoba itu menjadi paket yang lebih kecil. (Am)

Dana Hibah Proyek Polrestabes Surabaya "Dimainkan"
TO yang Dilepas Ipda Farri Leoki Ngaku Jual Sabu di Warung Kopi