Bandar Narkoba Ali Usman Dituntut 11 Tahun

Dibekingi Oknum Polisi

Bandar Narkoba Ali Usman Dituntut 11 Tahun

suarahukum.com - Bandar narkotika M. Ali Usman alias Dwi Setiawan (31) warga Jalan Sidotopo Jaya Surabaya, dituntut 11 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya. Tuntuan dibacakan diruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (11/10/2021).

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan kami. Menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 5 miliar subsider 6 bulan penjara," ujar Jaksa Suparlan, dipersidangan.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pledoi.

Diketahui, Ali Usman alias Dwi Setiawan bin Abd Aziz H. Dahuri warga Jalan Sidotopo Jaya, Surabaya merupakan seorang bandar narkotika jenis sabu dan ekstasi. Ali cukup dikenal sebagai pemasok atau penyuplai sabu di wilayah Semampir Surabaya. Beberapa tempat diantaranya Semampir, Sidorame, Bolodewo dan Jalan Kunti Surabaya.

Ali Usman di tangkap petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya, di Apartemen Twin Surabaya. Ali berhasil ditangkap berdasarkan nyanyian dari Taufik alias opek (40) warga Bolodewo yaitu sebagai kurir dari tersangka Ali Usman.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sebanyak 14 paket sabu berat 12 gram, serta 42 butir pil ekstasi. Juga beberapa barang bukti lainnya diantaranya uang sebesar Rp 198 juta dari apartemen. Satu mobil Honda Brio, Mitsubishi Outlander, dan sepeda motor Vespa terbaru hasil keuntungan jual narkotika.

Selain narkotika, polisi juga menemukan senjata api Jenis Pistol 9 mm, merk Makarov Nomor Seri TE-6215 dengan 7 (tujuh) butir didalam laci meja.

Dalam pemeriksaan, Ali Usman juga diketahui setor uang ke beberapa oknum polisi untuk beking agar bisnis haramnya aman. Yang menerima bulanan dari bandar Ali Usman diantaranya, Sg Rp 750 ribu, Sr Rp 750 ribu, Hr Rp 1,2 juta, Jm Rp 1,2 juta, Fr Rp 500 ribu, Am Rp 800 ribu, Sr Rp 300 ribu dan Ac Rp 1 juta. (Am)

Kejari Bangil Periksa Gratifikasi Proyek Pokir DPRD
Komisi III DPR RI Upayakan Anggaran Kejaksaan Naik