Bambang Arif Utomo, Terpidana Cabul Dituntut KDRT

Bambang Arif Utomo, Terpidana Cabul Dituntut KDRT

 

suarahukum.com – Belum genap menjalani hukuman pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial BIA, Bambang Arif Utomo warga Sidotopo Jaya I Surabaya, kembali berurusan dengan hukum. Pria 44 tahun ini kembali disidang atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami korban Yessica Novalindah.

Dalam persidangan, dianggap bersalah, Jaksa Yusuf Akbar Amin, dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, sebagai pengganti Jaksa Adhim Ginanjar, menuntut terdakwa dengan hukuman 2,5 tahun penjara.

"Menuntut hukuman 2 tahun, 6 bulan penjara, terhadap terdakwa Bambang Arif Utomo," ujar Jaksa Yusuf di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (29/11/2017) kemarin.

Menurut korban, tidak lain mantan istri terdakwa Bambang Arif Utomo, tuntutan yang dijatuhkan oleh Jaksa terlalu ringan. "Masak tuntutan segitu," ucapnya, pada suarahukum.com, usai menyaksikan persidangannya.

Jessica juga menjelaskan, bahwa terdakwa adalah orang yang sangat kejam. "Tega mas, sebelum kasus saya ini, dia sudah terjerat kasus pencabulan kepada anak kandungnya sendiri. Dan divonis 7 tahun penjara" jelasnya.

Perlu diketahui, kasus KDRT ini terjadi pada Januari 2017. Saat itu, korban melaporkan tindakan kekerasan terhadap dirinya ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Perempuan kelahiran 1983 ini mengaku mengalami luka pada bagian pelipis sebelah kanan, bawah mata sebelah kiri, mulut atas dan bawah mengalami lebam bekas pukulan, dan bahu sebelah kiri mengalami sakit.

Akibatnya, terdakwa dijerat Pasal 44 UU No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (Am)

Sidang Henry Jocosity Gunawan, Kasus Pasar Turi
Djarwo & Nonik Dibebaskan, Pengacara Bingung Putusan Hakim