Bacok pesilat Pagar Nusa, oknum PSHT Diadili

Bacok pesilat Pagar Nusa, oknum PSHT Diadili

suarahukum.com - Zulham Bagus Prasetyo diadili di ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (20/2/2020). Dalam persidangan, terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraini dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, didakwa Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHPidana.

Selain membacakan dakwaan, JPU juga menghadirkan para saksi. "Saat kami mengendarai motor akan pulang ke Lamongan setelah menghadiri pelantikan pengurus Pagar Nusa di monumen Kapal Selam. Dan saat di depan Rumah Sakit Muji Rahayu, kami diteriaki ‘Hei Berhenti’ lalu dipukul pakai helm oleh terdakwa bersama empat temannya," kata salah satu saksi Budi Asmoro, dipersidangan.

Sedangkan saksi Zakaria mengaku tidak melakukan perlawan saat diserang oleh empat orang dari delapan orang yang menghadangnya. "Saat diserang, Zainal Arifin mengalami luka bacok dibagian jempolnya akibat menangkis. Kami diberhentikan pakai sajam," tambah saksi Zakaria, yang juga dikawal oleh puluhan anggota Pagar Nusa lainnya, yang menyaksikan persidangan berlangsung.

Sementara, saksi Alrama Yuda Pratama (tersangka yang belum P-21), mengaku peristiwa penyerangan tersebut dipicuh dari adanya pesan suara hoax dari salah satu anggota group whatsapp 'punkSHter_Suroboyo22' yang merupakan group kelompok silat PSHT.

"Pesan suara hoax itu berbunyi "dulur-dulur ini di daerah Ahmad Yani dekat Taman Pelangi telah terjadi perampasan bendara panji PSHT oleh anggota Pagar Nusa, lek koe sayang karo PSHT kumpulo neng Ahmad Yani," kata Alrama Yuda, memberikan keterangannya.

Mendengar keterangan saksi-saksi, hakim anggota R. Anton Widyopriono mengingatkan pada terdakwa Zulham agar bijak menggunakan media sosial.

"Menjadi pendekar silat bukan untuk jago-jagoan dan untuk berbuat yang tidak benar, melainkan untuk kebaikan dan untuk menolong orang yang lemah. Dulu, saya juga pernah ikut silat. Kamu pakai senjata tajam, sedangkan yang kamu serang tidak pakai senjata sama sekali, itu kan tidak seimbang. Kalau mati bagaimana,? Ini sekedar saya memberikan nasehat. Kamu ini masih muda, kasihan orang tuamu," ucap hakim Anton, menasehati terdakwa.

Seperti diketahui, penganiayaan itu terjadi pada Minggu tanggal 27 Oktober 2019 lalu, korban bernama Muhamad Zainal Arifin, anggota kelompok Silat Pagar Nusa yang hendak pulang ke Lamongan pakai motor dihadang sekelompok orang yang diduga dari kelompok silat PSHT di depan Rumah Sakit Muji Rahayu Jalan Manukan Wetan, Surabaya.

Tiba-tiba korban diserang, dan dipukul dengan helm dan senjata tajam (sajam), saat menangkis sabetan yang dilayangkan oleh salah satu orang yang menyerangnya, jari tangan bagian jempol Muhamad Zainal Arifin terluka. (Am)

Warga Tambak Dalam Disebut Tempati Tanah Ilegal
Guru Gay Tulungagung Cabuli Anak-anak