Anggota FPI Divonis 7 Bulan Penjara

Anggota FPI Divonis 7 Bulan Penjara

suarahukum.com – Dianggap terbukti melanggar UU ITE, anggota Forum Pembela Islam (FPI) Mochammad Faisal Arifin alias Itong divonis 7 bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Sigit di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Menurut hakim, perbuatan terdakwa terbukti melanggar sebagaimana tertuang dalam pasal 45 jo 28 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Mengadili, terdakwa terbukti secara sah telah melakukan penyebaran informasi di media sosial yang menimbulkan kebencian pada masyarkat, menjatuhkan pidana penjara selama 7 bulan penjara, dengan dipotong selama terdakwa dalam tahanan," ujar hakim Sigit dalam putusannya.

Atas vonis tersebut, pihak Jaksa Machfud Effendi yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 1 tahun penjara, menyatakan pikir-pikir. Sementara usai sidang, tim kuasa hukum terdakwa yakni Donny dan kawan-kawan mengaku kecewa atas vonis hakim tersebut. Karena pembelaan yang diajukan sama sekali tidak dipertimbangkan hakim.

"Mestinya terdakwa bebas, karena keterangan ahli sudah jelas bahwa yang bertanggungjawab adalah pemilik akun awal bukan terdakwa, tapi kita tetap hormati putusan hakim," ujar Doni.

Kasus ini berawal saat terdakwa Faisal Arifin mendaftarkan akun facebook dengan nama bang.itong1101@gmail.com. Beberapa bulan kemudian, dari facebook terdakwa membaca postingan dari akun Ain Aini yang isinya secara singkat sebagai berikut, “Yang Difitnah FPI Ternyata Pembacok Pastur Gereja di Sleman Ternyata Warga NU. Suliono Ternyata Kader NU, Ormas Islam Pimpinan KH Said Agil Sirajd”.

Bahwa tanpa klrifikasi kebenaran postingan tersebut, kemudian terdakwa Faisal Arifin mengcopy paste dan di share ulang melalui facebook miliknya dan grup WA yang bernama Pejuang Al Maidah.

Alasan terdakwa share, karena saat ini terdakwa menganggap bahwa ormas keagamaan NU saat ini yang di ketuai oleh KH. Said Agil Sirajd menganut pemahaman liberal dan tidak sesuai dengan ajaran Nahdatul Ulama (NU).

Atas perbuatannya, terakwa Faisal Arifin dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Am)

Untung Rp 50 ribu, Residivis Sabu Kunti Disidang
Ratusan Warga Perak Siap Bakar Rumah