Anak Penjaga Gedung Bioskop Indrakila Tersangka

Foto : Tersangka Irwandi, pelaku pembacokan, saat dirilis di Mapolsek Tambaksari Surabaya, Senin (20/6/2022).

Sabet Edy Pakai Celurit Panjang

Anak Penjaga Gedung Bioskop Indrakila Tersangka

Suarahukum.com - Irwandi atau IR (21) pelaku pembacokan korban Edy pemuda Jolotundo Tambaksari Surabaya, pada Kamis (16/6/2022) malam di Jalan perempatan Indrakila - Pacar Keling Surabaya. Akhirnya resmi dijadikan tersangka oleh Polsek Tambaksari, Polrestabes Surabaya.

Tersangka Irwandi alias Wandi ini, diketahui anak dari seorang preman pasar berinisial 'IS' juga sebagai penjaga gedung bioskop Indrakila Tambaksari Surabaya.

Wandi ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian berdasarkan LP/B/ 302 /V/2022/Surabaya/SPKT POLSEK TAMBAKSARI/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

"Sebelum kejadian, tersangka dan temannya berboncengan tiga serempetan diperempatan pacar Keling dengan saksi RC. Dan  saling mengajak tarung, akhirnya Tersangka IR bersama tiga orang teman pulang mengajak teman lain. Lalu kelompoknya datang ke rumah menemui saksi RC . Setelah kelompok IR datang kerumah Saksi RC di Jolotundo malah menggunakan senjata tajam," ungkap Kapolsek Tambaksari Surabaya, Kompol Akhyar, pada rilisnya, Senin (20/6/2022) siang.

Karena merasa kalah masa, akhirnya kelompok IR pulang ke rumahnya di JL. Indrakila Surabaya. Kemudian Saksi RC bersama teman - teman datang mendatangi rumah IR di Jl.Indrakila.

"Waktu itu korban ES juga ikut karena masih kerabat saksi RC, setelah sampai ditempat terjadi percekcokan," tambahnya. 

Disaat itulah terjadi saling serang, lalu korban ES dan saksi RC dan teman-teman lainnya melarikan diri ke perempatan pacar keling surabaya. Tersangka IR tidak menerima dan mengambil celurit panjang dan bersama teman – teman lain mengejar korban.

"Saat dikejar korban terjatuh terduduk posisi kaki kiri ke atas, tersangka menyabetnya sebanyak satu kali, melihat kejadian itu, teman korban ES membantu dengan melempari barang disekitar tersangka. Akhirnya tersangka bersama teman-teman melarikan diri," terang Akhyar.

Karena sabetan, kaki kiri ES, mengalami luka sangat serius hingga nyaris putus. Disaat itu korban ES dibantu oleh teman-teman dibawa kerumah untuk perawatan.

"Selain mengamankan pelaku, kami juga mengamankan beberapa barang bukti berupa satu bilah celurit panjang dan saty potong jaket switer warna biru," pungkas Akhyar.

Akibat perbuatannya, kini tersangka dijerat Pasal 170 Jo. 351 KUHPidana Jo. Pasal 2 ayat (1) UU. Darurat No.12 Tahun 1951, tentang kepemilikan sajam. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(Am)

Bising Suara Musik, Warga Pakis Geruduk Whisper Lounge
11 Advokat Kawal Kasus Hendro Kasiono