Akademisi Hukum Tanggapi Jaksa Kyu-kyu Rp 30 Juta

Akademisi Hukum Tanggapi Jaksa Kyu-kyu Rp 30 Juta

suarahukum.com - Adanya dugaan uang masuk pada salah satu oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri (kejari) Surabaya, sebesar Rp 30 juta untuk keringanan hukuman terhadap para terdakwa judi Kyu-kyu, akademisi Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya I Wayan Titip Sulaksana, angkat berbicara.

Menurutnya, oknum Jaksa yang terbukti menerima suap dari judi Kyu-kyu merupakan kejahatan dalam jabatan. "Harus diperiksa! itu kejahatan dalam jabatan," kata Wayan, pada suarahukum.com, Jumat (13/9/2019) kemarin.

Selain itu, Wayan menyebut, yang bersangkutan harus diperiksa, bahkan bidang pengawasan dari Kejati Jatim, bila perlu Kejagung harus bersikap turun tangan. "Engga cukup dikenakan sanksi administrasi, yang bersangkutan memanfaatkan jabatan sebagai JPU untuk memeras terdakwa, ini bentuk kejahatan korupsi," sebutnya.

Saat disinggung, oknum Jaksa punya backing kekuatan power, Wayan tidak menganggap ada kekuatan apabila JPU tersebut salah menjalankan tugasnya. "Kuate sak piro? kejahatan pemerasan yang dilakukan oleh ASN adalah kejahatan korupsi. Di sini Jaksa Agung bidang pengawasan harus pro aktive turun dan periksa JPU yang bersangkutan," tegas Wayan.

Diketahui, para penjudi Kyu-kyu Donorejo Surabaya, yakni Arifin (43), Taufik Ratmansyah (51), Suryono (53 ), Sutrisno (41) dan Tohir (48) warga Tambak Mayor Surabaya, dituntut 6 bulan penjara, dan divonis 4 bulan penjara diruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (12/9/2019).

BERITA TERKAIT: Keluarga Penjudi Domino Sebut Suap Jaksa Rp 30 Juta

Seperti diketahui, kelima terdakwa ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya saat bermain judi domino kyu-kyu, di salah satu rumah di Jalan Donorejo II Surabaya. Dalam penangkapan, polisi mengamankan set kartu domino dan uang sebesar Rp 476 ribu, Selasa (21/5/2019) lalu.

Anehnya, saat dalam penangkapan disalah satu rumah di Donorejo gg II, Kapasan, Simokerto Surabaya, pemilik rumah yang bersedia rumahnya dibuat fasilitas ajang main judi, sampai sekarang terkesan diabaikan oleh Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya.

Akibatnya, para terdakwa didakwa Pasal 303 KUHPidana jo UU RI No 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. (Am)

Berkas PembakarPolsek Tambelangan Dipisah
Sabu Jakarta 4,7 Kg Gagal Beredar di Surabaya