Abdul Rahman Palsukan Cukai Rokok

Abdul Rahman Palsukan Cukai Rokok

suarahukum.com - Abdul Rahman Setiawan, terpaksa harus duduk dipesakitan, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (25/7/2017). Terdakwa disidangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Usman dari Kejaksaan Tinggu Jatim atas kasus pemalsuan pita cukai dan merek.

"Terdakwa didakwa tindak pidana Pasal 54 UU No 39 tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 1995 tentang Cukai," ujar Jaksa Arif, saat persidangan berlangsung.

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa mendapat pesanan dari Daniel (DPO) untuk dicetakkan pita cukai dan merek rokok Milder dan Rasta dimana kedua rokok tersebut dibeli dari Zainal dan Zaki (DPO).

Terdakwa mendapat order dari saudara Daniel (DPO) sekitar November 2016, yang dibuat di percetakanannya di Jl Kaca Piring 22, Surabaya. Biaya percetakan yang sudah diberikan para buronan yakni uang Rp 5 juta sebagai uang muka.

Tidak lama dicetak, petugas Bea Cukai yang mengendus kejahatan tersebut lalu melakukan Investigasi terhadap mobil Suzuki APV W 1380 NM, yang akan melakukan transaksi di sekitar area Hotel Pmulman Jl Basuki Rahmat Surabaya.

Mengetahui dibuntuti oleh petugas, terdakwa lantas memperkencang laju kendaraannya dan sempat terjadi kejar kejaran, sehingga berhasil dihentikan. Saat digeledah, petugas menemukan puluhan bungkus rokok dan pita cukai palsu, yang diakui miliknya oleh terdakwa.

Petugas bea cukai menyita barang bukti puluhan lembar pita cukai palsu dan ratusan bungkus rokok. Akibat perbuatannya, Negara mengalami kerugikan sekitar puluhan juta rupiah. Atas perbuatannya, terdakwa diancam hukuman maksimal selama 8 tahun penjara. (Am)

7 Tahanan Kabur Polsek Tambaksari Ditangkap
Residivis Narkoba & Jambret, Ditangkap Karena Curi Burung