Layanan Pitrat Nensi Hanya Rp 350 Ribu

Layanan Pitrat Nensi Hanya Rp 350 Ribu

suarahukum.com - Sumirah, Pemilik pijat tradisional (pitrat) yang tinggal di Jalan Setro Gading, Tambak Sari Surabaya, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Perempuan 42 tahun disidang lantaran dituding telah menyediakan sarana cabul bagi pelanggannya.
 
Terdakwa Sumirah didakwa dalam Pasal 506 KUHP, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraeni, didengar Ketua Majelis Hakim Dewi di Ruang sidang Sari 2, PN Surabaya, Rabu (4/12/2017) kemarin.
 
Untuk diketahui dalam berkas dakwaan, kasus tersebut berawal pada 19 Oktober 2016, waktu itu petugas Polrestabes Surabaya, melakukan razia di wilayah Jalan Tambak Adi, Surabaya. Saat razia di kamar Pitrad Nensi di Jalan Tambak Adi, petugas memergoki CH dan VA sedang telanjang. Saat diintrogasi, keduanya mengaku usai terapi plus-plus sembari berhubungan badan.
 
Agar dapat menikmati sajian Pitrat Nensi, Sumirah selama beroperasi mengaku telah mematok harga Rp 350 ribu untuk setiap pelanggannya. Kini, Sumirah didakwa Pasal 506 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan. (Am)

Maruli: Baju Tahanan Kejaksaan Wajib Dikenakan
Mantan Istri Palsukan Identitas Demi Warisan Suami